Kamis, 19 Maret 2009

Lukisan Keringat


(fragmen Sunyi seorang nelayan)


di ufuk fajar yang merekah
lihatlah ...
lukisan keringat yang terempas lelah
terbelenggu di antara gugusan resah

"yakinkan angin malam itu takkan lelah, Kang"
"tanpa senyum di wajahmu, takkan ada ketingat itu ..."

ah, ...
segalanya hanya mimpi
telah lam tersimpan
menyelusup dalam alunan penderitaan
biarlah semuanya menjadi kenangan
meski selalu menyakitkan

"nak, jika kelak ombak tak perbah berhenti,
tak usah kau punya hati..."

"ombak itu deru kehidupan, pak,
kita tak bisa hidup tanpanya ..."

"akang berangkat dulu...
mungkin esok masih bersinar
akan ku bawa banyak ikan
meski jala ini banyak berlubang"

Hah ....
angin masih kencang
dan aku tetap menjadi karang
setelah fajar membentang
adakah petang akan hilang?


semoga Tuhan
masih ada d lautan ...

2008

Selasa, 17 Maret 2009

Ku Tanggalkan Sebaris Lafadh


Ku tanggalkan sebaris lafadh
yang tak sempat diajarkan
sunyi pada kegetiran malam

Ku tanggalkan denyar keheningan
yang tak sempat disampaikan
semilir pada kembara

Ku tanggalkan sebaris lafadh
Yang tak sempat ku eja sempurna
Di tepi semeta yang kian durja

Surabaya, 19 Maret 2009

Selamat Datang, Sobat....


Selamat Datang, Sobat....

Selamat datang kuucapkan, dan tak ada yang dapat kusuguhkan selain monodi keheningan. Di blog ini kau akan temukan seluruh kegelisahan raga dan kesunyian jiwa. Kegelisahan yang tak sempat terdamaikan. Kesunyian yang tak sempat termaknakan.
 

Rubaiyat Sunyi Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008